Gol Telat Menghantui Liverpool dan Mengancam Peluang Juara

Bagikan

Liverpool sempat terkenal karena kemampuan mencetak gol penentu di menit akhir. Gol-gol seperti ini dulu menjadi simbol ketangguhan mental dan fisik tim. Foto-foto momen krusial dari gol-gol tersebut terpajang di dinding pusat latihan sebagai pengingat bagi para pemain bahwa mereka sedang berjuang mempertahankan gelar Premier League.

Gol Telat Menghantui Liverpool dan Mengancam Peluang Juara

Awal musim ini, momen spektakuler tercipta saat Federico Chiesa mencetak gol menit ke-88 melawan Bournemouth, kemudian disusul gol penentu Mohamed Salah di injury time. Di pertandingan lain, remaja Rio Ngumoha mencetak gol di menit ke-100 saat melawan Newcastle, menambah koleksi kenangan dramatis Liverpool.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Dominik Szoboszlai pun ikut menorehkan tendangan bebas menit ke-83 ke gawang Arsenal, diikuti penalti Salah di menit ke-95 melawan Burnley. Lima pertandingan pertama musim ini, Liverpool mengoleksi 15 poin sempurna. Dari luar, semuanya terlihat berjalan sesuai rencana dan tim menjadi favorit juara.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Retakan Mulai Terlihat

Namun, di balik koleksi foto itu, tanda retakan mulai muncul. Liverpool yang dulu selalu menang di menit akhir kini mulai kebobolan gol-gol krusial. Lima bulan berselang, performa defensif mereka menurun drastis dan hampir tidak ada momen dramatis baru yang bisa dibanggakan.

Gol-gol kemenangan lawan mulai datang di saat-saat kritis. Dalam tiga laga liga melawan Crystal Palace, Chelsea, dan Manchester United, Liverpool selalu kebobolan di menit ke-84 atau lebih. Penalti Erling Haaland di injury time Anfield menegaskan pola buruk ini, membuat Liverpool kehilangan poin penting.

Statistik mencatat Liverpool kehilangan delapan poin akibat gol-gol telat, jumlah tertinggi di liga. Mereka kini terdampar di peringkat keenam, tertinggal empat poin dari Chelsea di posisi kelima. Hal ini menunjukkan betapa gol-gol menit akhir yang dulu menjadi keunggulan kini justru merusak musim mereka.

Baca Juga: Hugo Ekitike Datang dan Langsung Bersinar di Anfield

Kelelahan dan Kesalahan yang Berulang

Gol Telat Menghantui Liverpool dan Mengancam Peluang Juara

Para pemain sendiri menyadari masalah ini. Virgil van Dijk menyebut penurunan performa tim setelah menit ke-60 sebagai akibat bermain ceroboh. “Setelah 60 menit, kami mulai bermain ceroboh dan ini bukan pertama kalinya. Kami harus membenahi hal itu,” ujarnya.

Milos Kerkez juga sependapat. Ia menyoroti hilangnya fokus dan disiplin taktik di fase akhir pertandingan. “Setelah menit ke-60 atau 70, kami selalu kehilangan fokus dan disiplin. Mungkin karena kelelahan, saya tidak yakin, tapi itu menjadi masalah nyata,” katanya kepada BBC Sport.

Kelelahan fisik dan mental menjadi faktor yang membuat Liverpool mudah ditembus lawan di menit krusial. Kebiasaan buruk ini harus segera diperbaiki jika tim ingin kembali bersaing di papan atas dan menjaga peluang juara di Premier League.

Pendekatan Latihan dan Solusi yang Masih Misterius

Sejauh ini, belum ada solusi jelas untuk mengatasi gol-gol telat yang merugikan Liverpool. Pelatih Arne Slot sedang mencoba berbagai pendekatan latihan, termasuk fokus pada kebugaran fisik, konsentrasi pemain, dan strategi bertahan di 30 menit terakhir pertandingan.

Namun, tantangannya tetap berat. Mental pemain, manajemen waktu, dan disiplin taktik menjadi kombinasi faktor yang sulit diperbaiki dalam waktu singkat. Liverpool membutuhkan inovasi agar kebiasaan gol telat bisa kembali menjadi senjata, bukan mimpi buruk.

Jika pola kebobolan ini terus berlanjut, dampaknya bisa signifikan bagi posisi mereka di klasemen dan peluang menembus zona juara. Dengan musim yang sudah berjalan setengah jalan, setiap pertandingan berikutnya menjadi penentu nasib Liverpool di Premier League. Simak terus pembahasan Liverpool terupdate lainnya hanya di liverpoolcalendar.com.